Kota Tebing Tinggi Poned-Incenerator Ditelantarkan?



Buser.co-Tebingtinggi
Pengadaan Incinerator yang tidak terpakai / terbangkalai di beberapa Puskesmas di Kota Tebingtinggi menambah panjang daftar bangunan terbengkalai dan terkesan menghambur hamburkan uang rakyat, kondisi yang ada semakin menambah image buruk terhadap pimpinan di kota ini terlebih dalam merancang dan menata rencana pembangunan fasilitas umum di Kota Tebingtinggi.

Apakah ini akibat dari perencanaan yang tidak matang atau adanya upaya yang secara terus menerus dan tersistematis dari sekelompok oknum dalam mempraktikkan perbuatan yang bersifat pelanggaran pidana. Bahkan banyaknya bangunan terlantar dan terbengkalai menjadi perbincangan masyarakat kota Tebingtinggi.

Denny ( 38 )  salah seorang warga  yang di mintai tanggapannya oleh awak media menyampaikan harapannya, harus ada kebijakan dan tindakan dari Walikota Tebingtinggi dan aparat hukum untuk melakukan penyidikan dan penyelidikan yang akhirnya dapat menimbulkan efek kepada sejumlah oknum tertentu agar orang tidak dengan seenaknya melakukan praktik korupsi dan merasa kebal hukum.
"Apalagi yang menjadi kendala, mengapa Incinerator tidak berfungsi, akibat keterlantaran dan pembiaran berefek  uang negara yang sangat besar terhamburkan secara sia sia dan anehnya walau sudah diberitakan sejumlah media  sampai sekarang belum kejelasan  pengusutan dugaan tindak pidana dan  dugaan korupsi proyek incinerator tersebut. " ujar Denny.
Terbengkalainya  Incinerator  sudah dapat dipastikan akan menjadi masalah serius bila tidak menjadi perhatian Pemerintah Kota Tebingtinggi khusus Dinas Kesehatan. Sebab, alat pemusnah limbah medis maupun buangan laboratorium, rumah sakit dan puskesmas yang sangat membahayakan itu terus di terlantarkan dan tidak di fungsikan sebagaimana mestinya.
Demikian juga bangunan Poned yang sudah berdiri di beberapa tempat. Walau sudah ada beberapa oknum yang di hukum karena tersangkut kasus “ korupsi “ pembangunan Poned ini namun  belum juga ada penjelasan dari Pemerintah Kota Tebingtinggi apakah Poned tersebut di fungsikan dengan baik dan untuk kepentingan masyarakat.
Dari catatan terakhir ada enam unit PONED yang dibangun di Kota Tebingtinggi, diantaranya adalah di Puskemas Satria ( Pembangunan TB Paru ) dengan besar anggaran senilai Rp. 122.787.000. di Puskemas Pasar  Gambir, di Puskesmas Rantau Laban, di Puskesmas Rambung,  di Puskesmas Brohol dan di Puskesmas Teluk Karang .Kesemua dana pembangunan Poned ini bersumber dari APBN TA-2011 dengan besar pagu senilai Rp 1,6 Milyar.(boy)

Tidak ada komentar