Sebagian Jalan Di Kawasan Jembatan Sibarau Yang Menghubungkan Brohol Dan Bajenis, Kopak Kapik



Pembangunan Jembatan Sei Sibarau sepanjang 60 meter di Lingkungan II Jalan Setia Budi Kelurahan Brohol Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi butuh perhatian khusus Pemko Tebingtinggi.

Buser.co,-Tebingtinggi
Jalan turun maupun naik , dari ujung jembatan rusak sehingga membahayakan bagi warga yang akan melintasi jembatan. Dikarenakan elevasi jalan jembatan tersebut memiliki ketinggian 6 meter dan dinilai  membahayakan.
“Kami tidak tahu kenapa jembatan tersebut seperti tidak tuntas dibangun. Jalan di ujung jembatan dari jalan Ir Juanda  ke Jalan Gelatik Paya Kapar rusak, jalan menuju atas jembatan juga rusaknya lebih parah. Sementara ketinggian jembatan mencapai 6 meter,” sebut Nuraini warga setempat kepada awak media, Selasa ( 26/06/18 ).
Menurut Nuraini, pembangunan jembatan dimulai September 2014 lalu dan seperti masih dalam kondisi gantung. Dalam papan proyek pembangunan jembatan tempo hari, anggaran tercantum sebesar Rp 6,3 miliar.
“Kami menganggap jembatan itu dibuat asal jadi sebab jalannya kopak kapik sehingga dapat membahayakan dan kemungkinan akan mengambil korban,” sebutnya.
Sementara warga pengguna jalan mengaku sangat menyayangkan perencanaan pembangunan jembatan tersebut. Kondisi jalan dari jalan pramuka  mengarah  ke jembatan yang akan menghubungkan kawasan Bajenis dan Brohol  sepanjang 100 meter juga dapat di temui lobang “ menganga “ seperti kolam digenangi air.
Mengutip keterangan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pemburu Korupsi  ( LSM KPK ) Kota Tebingtinggi, Fahmi Ismail yang di temui awak media, Selasa ( 26/6/18 ) di kediamannya mengatakan sebenarnya Jembatan Sei Sibarau di bangun tanpa perencanaan.

Menurut Fahmi.  awal anggaran pembangunannya merupakan bantuan pusat yang langsung ‘dijolok’ Wali Kota Tebingtinggi. Pembangunan jembatan bersumber dari APBN dan DAK Transder ( transportasi desa )
“Ini merupakan sisa APBN yang langsung diambil Walikota. Kerangka baja jembatan bantuan pusat dan Pemko Tebingtinggi menerimanya berupa bahan, bukan uang.” terang Fahmi Ismail.
Ditambahkan Fahmi Ismail, untuk pembangunan jalan bersumber dari Trandes melalui Ditjen Bangda Kemendagri dapat diperoleh juga merupakan upaya Walikota.
Sedangkan untuk cor lantai jembatan merupakan bantuan keuangan provinsi. Dengan adanya bantuan tersebut, Dinas PU mengajukan anggaran untuk pembuatan pondasi jembatan yang ditampung di APBD.
Dalam waktu dekat LSM KPK Kota Tebingtinggi berencana akan membuat pelaporan kepihak berwenang karena menurut hematnya, dari awal proses pembangunan hingga dinyatakan selesai, proyek ini menyebarkan “ aroma kolusi “ dan dugaan korupsi yang begitu kental.
Diharapkan pemerintah Kota Tebingtinggi lebih memperhatikan kondisi jalan sebab awalnya harapan Pemerintah Kota Tebingtinggi dengan adanya Jembatan Sei Sibarau ini akan menghubungkan Jalan Setia Budi ke Jalan Gelatik karena ke depan kedua daerah akan menjadi daerah strategis pertumbuhan ekonomi Kota Tebingtinggi.{Red}

Tidak ada komentar