Pelaku Penipuan dan Penggelapan Dilepas Penyidik Polrestabes Medan, Korban Mencari Keadilan


Foto Ket : Korban NS Saat Dijumpai Wartawan 
MEDAN, JAM 17.00 WIB, Buser.co,Setelah menunggu proses hukum selama 6 bulan, laporan penipuan dan penggelapan dalam jabatan milik NS yang merupakan salah satu Penasehat Aliansi Jurnalis Online Sumatera Utara ( AJOS ) akhirnya membuahkan hasil. Para pelaku yang terdiri dari Zihan, Putri dan Ratih ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Namun sayang, para pelaku dilepas oleh penyidik unit Ekonomi Polrestabes Medan dengan alasan para pelaku telah dijamin oleh seseorang, Minggu (22/7). 

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum korban, Yusuf Hanafiah, SH, MH. Ia mengatakan bahwa ia merasa kecewa dengan tindakan penyidik unit Ekonomi Polrestabes Medan yang melepas tersangka kasus penipuan dan penggelapan dalam jabatan dengan maksimal hukuman 5 tahun penjara.

"Pasal yang menjerat pelaku kan sudah jelas, pasal penggelapan dan penggelapan dalam jabatan maksimal hukuman 5 tahun penjara, mengapa kini tersangka malah dilepas penyidik Polrestabes Medan? Sesuai hasil hasil gelar perkara, para pelaku juga ditetapkan sebagai tersangka dengan Nomor B/4070/VII/RES1.11/2018/RESKRIM," ujarnya.

Yusuf beralasan bahwa ketiga pelaku sudah jelas terbukti dengan sah dan mengakui telah melakukan tindak pidana tersebut. Ada kekhawatiran dari Yusuf bahwa tersangka akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Karena dua orang pelaku tidak memiliki alamat tinggal yang tetap ( anak kost ). Dimana ketiga tersangka tersebut melakukan penggelapan uang dan barang secara berulang-ulang dan dengan cara yang berbeda-beda dan dilakukan secara bersama-sama.

"Kita tegaskan, kita berharap pihak penyidik unit ekonomi Polrestabes Medan untuk segera menangkap dan menahan ketiga tersangka. Terlebih lagi akibat perbuatan tersangka, usaha kliennya nyaris tutup setelah mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah," tegasnya.

Terkait permasalahan tersebut, Yusuf akan segera melaporkan kasus tersebut ke Irwasda Polda Sumatera Utara untuk meminta keadilan.

"Kita akan menyurati Irwasda Poldasu untuk mengusut kasus tersebut. Kita berharap slogan "Polisi Promoter" bukan hanya kata khiasan saja," jelasnya mengakhiri.

Tidak ada komentar