Antisipasi Banjir dan Pendangkalan, Bronjong Irigasi Sei Padang Harus Di Bongkar.



Buser.coTebingtinggi
Mengantisipasi kemungkinan banjir pada musim penghujan tahun ini dan memperkecil terjadinya pendangkalan sungai Padang, sudah saatnya Pemko Tebingtinggi  “membongkar paksa” Dam bronjong irigasi Sei Padang 
Mengutip sebuah sumber di Pemerintah Kota Tebingtinggi, Selasa ( 01/08/2018 ) menuturkan bahwasanya Dam Bronjong irigasi Sei Padang pada awalnya dibangun pihak Propinsi Sumatera Utara guna mengairi 3000-an hektar sawah di desa Paya Lombang – Serdang Bedagai.
Sejak berdirinya Dam Bajayu yang direncanakan mampu mengairi 7500-an hektar area persawahan di kawasan Desa Paya Lombang dan daerah sekitarnya,
Sejatinya pihak Pemko Tebingtinggi  melayangkan surat ke instansi terkait di tingkat Provsu untuk melakukan upaya” bongkar paksa” karena bronjong irigasi tersebut dinilai sudah tidak efisien.
Dari pengamatan banyak pihak, bronjong  irigasi Sei Padang merupakan indikator pendangkalan Sei Padang , selain itu juga dapat menghambat laju arus sungai padang saat debit air meningkat di musim penghujan.
Sebagai catatan  pada akhir 2017, lima Kecamatan di Kota Tebingtinggi terendam banjir. Lima Kecamatan itu yakni Kecamatan Padang Hulu, Bajenis, Padang Hilir, Rambutan dan Tebingtinggi Kota.
Berdasarkan  data ada sekitar 1500 kepala keluarga yang tempat tinggalnya terendam banjir. banjir terjadi lantaran meluapnya sungai padang. Ketika itu ketinggian air di pemukiman warga hingga mencapai 1,5 meter. Kelurahan Bandar Utama yang paling parah karena paling dekat dengan sungai. ( Red)

Tidak ada komentar