Masyarakat Tidak Perlu Cemas Konsumsi Air PDAM Tirta Bulian




Buser.co-Tebingtinggi
Pelepasan limbah dari sebuah perusahaan pengolahan kelapa sawit di kawasan  Kecamatan sipis Pis Kabupaten Serdang Bedagai, dan berakibat air  Sungai Padang kota Tebingtinggi tercemar beberapa waktu lalu.
Dampak yang timbul pasca pelepasan limbah tersebut,  sekalangan warga masyarakat pengguna air bersih yang di pasok PDAM Tirta Bulian mempertanyakan tindak lanjut dan upaya yang dilakukan perusahaan air milik pemko untuk persoalan ini. Apakah pasokan air yang mereka konsumsi masih merupakan “ air limbah “ dimaksud.
Direktur  PDAM Tirta Bulian kota Tebingtinggi, Erwin Putra  saat  ditemui awak media  di ruang kerjanya, Rabu ( 02/08/2018 ) mengakui pihaknya mengalami kerugian puluhan juta dan sekaligus menjawab kecemasan warga pelanggan air PDAM Tirta bulian.
“ Kerugian akibat  limbah itu  ditaksir sampai puluhan juta rupiah, jika dihitung berdasarkan debet air  yang dihasilkan oleh perusahaan PDAM tirta bulian dengan rumus 1liter perdetik di kali 6 jam dikali lagi dengan harga dasar yang di tetapkan pihak PDAM " Tutur Erwin.
Di katakannya lagi,  perusahaan PDAM Tirta Bulian  telah berkoordinasi kepada Dinas Lingkungan Hidup  Tebingtinggi dan telah mengajukan keberatan terhadap perusahaan yang sepertinya dengan sengaja  mencemari sungai.
“ Dinas Lingkungan Hidup Kota Tebingtinggi telah mengambil air sungai Padang untuk di lakukan uji laboratorium,  dan selain itu juga telah melakukan pelaporan pada instansi terkait yang menangani sungai, sebab Sei Padang merupakan satu dari tiga sungai yang masuk dalam daftar  sungai nasional .
Dikatakan Erwin, terkait pengoalahan air mulai dari proses awal hingga pendistribusian masih tetap dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku yakni mulai dari melakukan Sendimentasi, koagulasi,  filtrasi, Desinfeksi.
“ Pasca kasus pelepasan limbah sawit beberapa waktu lalu, pelanggan tidak perlu khawatir karena pihak kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan  dan pengguna air bersih yang di produksi PDAM Tirta Bulian “ ujarnya.
Seperti dirilis sebelumnya, masyarakat pinggiran sungai di hebohkan  dengan ditemukannya ribuan ikan dari berbagai jenis yang mengambang dan ini dimungkinkan karena air sungai tercemar limbah beracun, kuat dugaan limbah tersebut berasal  dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berada dihulu sungai.
Sayangnya hingga kini belum di dapati informasi sudah sejauh mana “gugatan “ yang di layangkan Dinas Lingkungan Hidup Pemko Tebingtinggi, Hingga berita ini di kirimkan  masih belum ada konfirmasi dari Dinas Lingkungan Hidup bagaimana  proses penyelesaian dari kasus pencemaran sungai yang dilakukan PKS tersebut.(Ss)

Tidak ada komentar