Biadab!Perangkat Desa Tanjung Siram "Sunat" Bantuan Musibah


Labuhanbatu,BUSER.CO,  Oknum Kepala Dusun (Kadus) Pemintasan Desa Tanjung Siram Kecamatan Bilah Hulu diduga telah melakukan pemotongan dana bantuan untuk korban musibah.

             Informasi dirangkum menyebutkan oknum Kadus setempat memotong dana bantuan untuk korban musibah angin puting beliung senilai Rp.700 ribu/Kepala Keluarga.

             Syaruddin Ritonga,warga Dusun Pemintasan,salah seorang korban terkena musibah angin puting beliung mengungkapkan bahwa pada bulan Juni 2018 lalu dirinya bersama sebelas orang yang terkena musibah menerima bantuan berupa dana langsung dari Bupati Labuhanbatu non aktif H.Pangonal Harahap senilai Rp.2.5 juta/KK di pendopo.

              "Sepulangnya kami dari pendopo langsung kami semua dipanggil Kadus di balai desa.Setelah itu,kami dimintai uang Rp.1juta dari dana bantuan yang kami terima.Semula kami menolaknya,kata Kadus itu uang yang diminta dari kami akan dibagikan kepada Kades,Camat dan ada pejabat dari dinas sosial Labuhanbatu. makanya kami berikan tapi Rp.700 ribu"ujarnya.

             Namun,kata Syaruddin,ternyata uang yang diminta dari dana bantuan diterima itu bukan untuk diberikan kepada orang yang disebutkan.Sebab,jelasnya,hal itu terungkap setelah warga korban musibah menerima bantuan berupa peralatan rumah tangga dari Pemprovsu diantar salah seorang pejabat Dinsos Labuhanbatu saat disinggung warga terkait pemotongan dana bantuan dari Bupati Labuhanbatu non aktif tidak mengakui menerima uang tersebut.

             "Yang kami rasakan paling sedih saat kami layangkan surat keberatan atas pemotongan dana bantuan tersebut ke Kades dan Kecamatan tidak memihak kepada kami.Bahkan hingga sampai saat ini uang yang diminta dari kami oleh Kadus tidak juga dikembalikan."cetusnya.

              Oknum Kadus Pemintasan Mardi ketika dihubungi,Rabu (17/10/2018) enggan bersuara.Mirisnya,Kepala Desa (Kades) Tanjung Siram Kecamatan Bilah Hulu NIkon Hasibuan ketika disambangi dikediamannya,Rabu (17/10/2018) guna meminta penjelasannya terkait perihal ini dengan sombongnya mengatakan tidak mengetahuinya."Tidak tau-tau aku itu."kilahnya sambil pergi.(Dharma Bakti)

Rantauprapat,17 Oktober 2018

Penulis:Dharma Bakti

Tek Fhoto:BUSER.CO/Dharma Bakti

Surat pernyataan keberatan warga

Tidak ada komentar