Camat Bilah Hulu Apatis Pejabat Desa Tanjung Siram "Maniak" Pungli


Labuhanbatu,BUSER.CO-Kerap suka memotong bantuan atau santunan sosial oleh oknum Kepala Dusun (Kadus) dan oknum Kepala Desa (Kadus) Tanjung Siram tidak tidak membuat Camat Bilah Hulu merasa prihatin dengan kondisi tersebut.

              Pasalnya,oknum Camat tersebut tidak perduli.Bahkan,terkesan buang badan terkait perihal ada kabar memalukan itu.Bambang,salah seorang warga setempat menilai perilaku oknum Camat tersebut tidak mencerminkan seorang pemimpin.

              Sebab,kata dia,seharusnya oknum Camat menindak tegas Kadus dan Kades yang telah melakukan pungutan liar kepada korban musibah angin puting beliung juga anak yatim piatu penerima bantuan dan santunan.

             "Bukan malah sebaliknya tidak perduli.Camat seharusnya menginstruksikan kepada Kadus juga Kades untuk mengembalikan uang hasil pungli atas santunan anak yatim juga bantuan korban musibah."tegasnya.

             Oknum Kadus Pamintasan Desa Tanjung Siram Kecamatan Bilah Hulu Mardi saat dijumpai dirumahnya,Sabtu (20/10/2018) terkait adanya pungli atas bantuan korban musibah membantah dirinya melakukan pungli tersebut.

             Namun,ia mengaku menerima dana senilai Rp.8 juta dari korban musibah adalah bentuk pemberian sebagai bentuk terimakasih warga.Ia juga mengungkapkan bahwa warga keberatan sehingga melaporkan perihal ini kepada Camat dan kemudian dimusyawarahkan menghasilkan keputusan keluarga.

             "Uang dari warga korban musibah itu bukan diminta dari mereka tapi diberikan kepada saya.Kebetulan saat ini menjelang hari raya saya gunakan untuk keperluan perlengkapan lebaran."alasannya.

             Kepala Bagian Bimbingan Masyarakat (Kabag Binmas) Pemkab Labuhanbatu Akmal,Sabtu (20/10/2018) menyatakan jumlah nominal santunan anak yatim yang harus diterima senilai Rp.300 ribu/orang.

              "Setiap anak yatim menerima Rp.300 ribu dan rekap nama penerima ada di Kasi Kesos Kecamatan Bilah Hulu."paparnya.

             Kasi Kesos Kecamatan Bilah Hulu Ratna saat dihubungi,Jum'at (19/10/2018) mengaku warga tidak pernah melaporkan perihal ini ke Kantor Camat.Ia juga beralasan sedang tugas luar kantor sehingga tidak bisa memperlihatkan nama dan jumlah penerima santunan.

             Camat Bilah Hulu Hamdi Erazona Siregar ST MM ketika dihubungi,Jum'at (19/10/2018) guna meminta penjelasan berdalih dirinya belum menjabat sebagai Camat di Bilah Hulu.

            "Saya sedang di luar kota,lagian masalah itu sudah selesai.Saya saat itu belum jadi Camat,jadi tanya aja langsung sama Kadesnya."pungkasnya menutup pembicaraan".(Dharma Bakti)

Rantauprapat,21 Oktober 2018

Penulis:Dharma Bakti

Teks Fhoto:Camat Bilah Hulu Hamdi Erazona

Tidak ada komentar