Karo Penmas Humas Polri Silaturahmi di Kantor PBNU


Jakarta,BUSER.CO, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Markas Besar (Karo Penmasa Mabes) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo melakukan kunjungan silaturahmi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kemarin, Kamis (25/10/2018).

              Dalam kunjungan silaturahmi tersebut ia meminta pandangan terkait kasus pembakaran bendera HTI oleh Banser NU kepada Ketua Umum PBNU Kyai Said Aqil Siroj.

             "PBNU sudah yakin memiliki kompetensi yang sangat kuat, dalam rangka untuk memutuskan itu adalah bendera HTI,"ujarnya kepada wartawan.

             Dalam pertemuan itu, ditawarkan pula agar PBNU memanggil saksi ahli dari Yaman dan Suriah. "Seorang doktor, pakar tentang agama Islam di sana, nanti akan menyampaikan kepada penyidik tentang simbol-simbol bendera tersebut," tuturnya.

             Kata dia, seorang doktor dari Yaman itu terbilang tokoh yang netral. "Dia tokoh yang mengalami sendiri bagaimana porak porandanya negara dia hanya gara-gara satu simbol itu, memecah belah kelompok-kelompok Islam, dalam satu simbol itu. Apakah Indonesia mau seperti itu?" sebutnya kepada wartawan.

             Anak buah Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu mengaku menunggu kabar dari Aqil soal kapan para doktor tersebut datang dan bersedia dimintai pendapatnya oleh penyidik. "Kalau sudah ada yang di rekomen dari Syiria dan Yaman kita akan informasikan,"jelasnya kepada wartawan.

             Sebelumnya viral sebuah video yang menunjukkan sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama melakukan aksi pembakaran bendera diduga berkalimat Tauhid. Diketahui, kejadian tersebut berlangsung saat peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat.

             Tepatnya di Alun-alun, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (22/10/2018). Tiga anggota Banser  diamankan oleh pihak Kepolisian yang diduga sebagai pelaku pembakaran. Dari pengakuannya, mereka menganggap bendera berlafaz kalimat tauhid itu adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

              Selain meminta keterangan pelaku, polisi juga langsung memburu pembawa bendera dan perekam video tersebut pasca kejadian.(Dha)

Tidak ada komentar