Poldasu Diminta Transparan Usut Kematian Suheri


Labuhanbatu,buser.co, Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara meminta Kepolisian Daerah transparan dalam melakukan pengusutan kematian Suheri alias Eri Lantong,warga Lingkungan Paindowan Kelurahan Rantauprapat Kecamatan Rantau Utara pasca tiga jam ditangkap Satresnarkoba Polres Labuhanbatu beberapa waktu lalu.

              Sebab,masyarakat ingin mengetahui jelas kronologi penyebab kematian warga Rantauprapat tersebut.Pasalnya,masyarakat mensinyalir ada penganiayaan terhadap korban.Hal itu dibuktikan beredar foto jenazah korban penuh lebam saat dimandikan.

             Bahkan,Poldasu diminta untuk menginstruksikan Polres Labuhanbatu memfasilitasi keluarga korban di otopsi."Dalam melakukan penyelidikan yang dilakukan Poldasu terkait kematian warga Rantauprapat setelah ditangkap Satresnarkoba Polres Labuhanbatu harus harus transparan agar diketahui dengan jelas oleh masyarakat.Bila perlu Poldasu menginstruksi Polres Labuhanbatu untuk memfasilitasi otopsi."tegas Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut Abdyadi Siregar,Selasa (9/10/2018).

             Informasi dirangkum menyebutkan pihak Poldasu saat ini sedang berada di Polres Labuhanbatu untuk melakukan penyelidikan kematian Suheri.Namun,pihak Polres Labuhanbatu sendiri bungkam tidak bersedia memberikan penjelasan.

              Kabid Humas Poldasu AKBP Tatan Dirsan Admaja saat dihubungi,Selasa (9/10/2018) mengaku sudah melakukan penyelidikan terkait perihal ini.Ia juga mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu laporan dari Polres Labuhanbatu.

              Humas RSUD Rantauprapat Doni Simamora,Selasa (9/10/2018) juga mengaku Poldasu telah melakukan pemeriksaan terhadap dokter terkait perihal tersebut.Namun,ia enggan menjelaskan merinci sejauh mana pemeriksaan Poldasu.

             Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SH SIK saat dihubungi,Selasa (9/10/2018) guna meminta penjelasan terkait perihal ini masih bungkam enggan berkomentar.(Dharma Bakti)

Tidak ada komentar