Proyek Gedung C RSUD Rantauprapat Berlanjut,Pemkab Labuhanbatu Bungkam


Labuhanbatu-BUSER.CO, Kendati jadi tahanan KPK,Efebdy Syahputra (Asiong Cobra) disebut - sebut masih mengerjakan proyek lanjutan pembangunan ruangan di RSUD Rantauprapat.

             Hasil croschek saat ini sedang berlangsung pengerjaan proyek lanjutan pembangunan penambahan ruangan ruangan gedung C (IGD,IRNA dan Rehabilitasi Medik) dengan menghabiskan anggran senilai Rp.22.940.000.000 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018.

              Informasi dihimpun kabarnya,dilansir dari media menyebutkan bahwa melalui tangan kanan dan keluarganya, Asiong Cobra berhasil memenangkan tender proyek raksasa tersebut dengan memakai PT Adila Karya Abadi sebagai Rekanan.

            Padahal,diketahui saat ini Asing Cobra menyandang status tersangka KPK lantaran kasus suap senilai Rp. 500 Juta pada proyek RSUD Rantauprapat.Selain itu,Asiong Cobra juga salah nama yang terblacklist dari jajaran kontraktor di Labuhanbatu.

            Ironisnya lagi,meski jumlah anggaran pagu proyek tersebut bernilai puluhan miliar namun, tidak terlihat pihak rekanan memajang spanduk pemberitahuan pekerja proyek dijamin Jamsostek.

              Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Labuhanbatu kepada wartawan menjelaskan bahwa proses tender proyek tersebut berlangsung sebelum kasus suap Pangonal dan Asiong Cobra terungkap.

              "Proyek tersebut ditenderkan sebelum Pangonal ditangkap KPK.Dan kasus suap Rp. 500 Juta bukan uang proyek lanjutan pembangunan gedung C RSUD Rantauprapat tetapi proyek yang satu lagi"ungkapnya.

             Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek lanjutan pembangunan di RSUD Rantauprapat dari Dinas Pekerjaam Umum & Penataan Ruang Labuhanbatu Haris Tua saat dihubungi,Selasa (16/10/2018) guna meminta penjelasan terkait perihal ini hingga sampai saat ini diam seribu bahasa.

              Anehnya lagi,Plt Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT,Senin (16/10/2018) kemarin kepada wartawan justru tidak bersedia memberikan penjelasan maupun komentar.

              "Kalau itu saya "No Coment".Bagaimanalah selama sudah tidur nyenyak dan tidak mengetahuinya"sebut Andi Suhaimi sambil beranjak pergi.

              Diketahui sebelumnya,Efendi Syaputra (Asiong Cobra) Direktur PT. Binivan Kontruksi Abadi tersangka pemberi suap kepada Bupati Labuhanbatu non aktif H.Pangonal Harahap SE MSi atas proyek di Labuhanbatu.

              Sejak 17 Juli 2018 lalu mereka resmi menjadi tersangka dan mendekam di ruangan tahanan KPK.Suap tersebut semuanya berkaitan dengan Proyek Pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Labuhanbatu dalam kurun waktu selama 3 tahun sejak tahun 2016, 2017 dan 2018 dengan total jumlah jumlah uang suap sebesar Rp 38,882 miliar, dengan rincian Rp.10,38 M pada tahun 2016,Rp.11 M tahun 2017 dan Rp.17,5 M Tahun 2018.

             Melalui permainan proses lelang tahun 2016, Asiong Cobra berhasil mendapatkan proyek Peningkatan Jalan Aek Buru - Padang Laut, senilai Rp. 8 M, Peningkatan Jalan Mahilil - Padang Rapuan senilai Rp.5 M,Peningkatan Jalan Urung Kompas - N2 senilai Rp. 5 M,Peningkatan Jalan Padang Matinggi - Tanjung Harapan senilai Rp. 4 M dan Peningkatan Jalan Padang Matinggi - Perlayuan senilai Rp.2 M.

         Kemudian, pada Tahun 2017 lewat praktek suap kepada Pangonal lagi,Asiong Cobra kembali mendapatkan sebanyak 11 paket proyek besar sesuai arahan Pangonal ke jajarannya di Dinas PUPR Labuhanbatu.

              Dan aksi suap tahun 2018,Asing Cobra kembali berhasil mendapat 9 proyek melalui permainan lelang yang dibuat Pangonal melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Labuhanbatu salah satunya proyek lanjutan pembangunan penambahan gedung C RSUD Rantauprapat.(Dharma Bakti)

Rantauprapat,17 Oktober 2018

Penulis:Dharma Bakti

Teks Fhoto:BUSER.CO/Dharma Bakti

Proyek pembangunan penambahan ruangan gedung C RSUD Rantauprapat

Tidak ada komentar