" Waduh " Damkar Tebingtinggi Memprihatinkan,Ini Penjelasan Hersan



TEBINGTINGGI- BUSER.CO
Kondisi 5(lima)unit armada Damkar Tebingtinggi cukup memprihatinkan. 3 diantaranya mengalami gangguan mesin yang cukup serius. Sementara 2 unit lainnya terpaksa harus difungsikan sebagai ujung tombak.

Kepala seksi Penanggulangan Penyelamatan Kebakaran Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Tebingtinggi Hersan Koto kepada media Selasa(9/10) menjelaskan, dua unit damkar yang masih bertahan dimiliki oleh sebuah armada tua merk Isuzu tahun buatan 1984 dan Damkar merk Toyota Dyna.

Berjibaku selama 28 tahun,Damkar Isuzu  menjadi unit penakluk api andalan terdepan bagi pasukan Brama Yudha terhadap bencana kebakaran lokal.

“ Si Oppung,begitu kami menyebutnya faktor karena usianya,armada ini hanya dipergunakan dalam bencana kebakaran seputar inti kota,karena mesin kenderaan tak mampu melaju secara maksimal.”tutur Hersan.

Namun mesin air “Opung”terbilang cukup tangguh sebagai komponen penakluk utama saat bencana kebakaran melanda. Begitu juga dengan mesin pompa air di armada merk Toyota unit pendamping si Oppung.

Keduanya menjadi kenderaan Fire Resque terdepan bagi puluhan pasukan yang standbye bermarkas di Kawasan G Leuser  dalam Wilkum (Wilayah Hukum) Kepolisian Sektor Rambutan Tebingtinggi.

Sementara 3 unit armada Damkar Satpol PP lainnya tidak dianggap mampu beroperasi secara maksimal,akibat gangguan serius pada mesin pompa air unit damkar disana.

“Ada tiga armada lain,memang masih bisa digunakan,namun memiliki keterbatasan,akan tetapi ketiganya tetap menjadi komponen penting sebagai water surply,kalau mesin armada itu tidak ada kendala.”sebutnya.

8(delapan)tahun terakhir,kondisi ini terus terjadi.Kendati menoreh perbaikan,akan tetapi, langkah rekondisi bodi mesin kenderaan belum dianggap sebagai poin yang begitu penting.

Karena persoalan serius damkar di wilayah administrasi berjuluk Kota Lemang itu terletak pada kerusakan mesin pompa air di 3 armada.

“Saat dilapangan dengan jeda waktu 5-10 menit,mesin pompa air 3 armada itu sering mati,ini menjadi kendala bagi kita,Opung dan 1 unit lainnya,kita jadikan garda terdepan.”Kata pria tambun itu.

Namun,saat bencana api melanda kawasan Hinterland Kecamatan Bandar Khalifah,pasukan Biru disana hanya mempu mengerahkan 1 unir armada Resque,”Cuma satu armada,kawan si Opung yang mampu melaju cepat sampai ke lokasi kejadian.”jelas Hersan.

Namun tim Berslogan”Pantang pulang sebelum padam”itu tetap bekerja maksimal,walau harus menelan badai protes dan amukan warga saat tim dibawah komando Hersan tiba dilokasi kejadian.

Hersan berharap,kondisi ini dapat berubah secara komprehensif,karena menyangkut keselamatan personil pasukan Fire Resque.

“ Kita terus berkerja, kerusakan mesin sangat mempengaruhi pengendalian bencana,walau nyawa kami sebagai taruhannya.” ujar Hersan.

Tidak ada komentar