Profesionalisme Hanya Slogan, Kapolres Labuhanbatu Mangkir Sidang Praperadilan

Profesionalisme Hanya Slogan,Kapolres Labuhanbatu Mangkir Sidang Praperadilan

Labuhanbatu.BUSER.CO

              Ketidakhadiran Kapolres Labuhanbatu menghadiri sidang perdana praperadilan penetapan tersangka Manesar Sihombing dijadwalkan akan digelar Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat Senin 10 Desember 2018 mengecewakan keluarga tersangka.

              Sebab,sidang perdana praperadilan penetapan tersangka dengan Nomor Register 20/Pid.Pra/2018/PN Rantauprapat tersebut terpaksa harus ditunda dengan jadwal waktu belum ditentukan.

              Padahal,surat panggilan sidang perdana praperadilan telah dilayangkan PN Rantauprapat sejak sepekan lalu namun,hingga sampai saat ini kuasa untuk menghadiri sidang tersebut belum juga diterbitkan Kapolres Labuhanbatu.

              Menurut Basaria Br.Nainggolan,salah seorang keluarga tersangka bahwa profesionalisme yang diterapkan oleh Kapolri kepada jajarannya hanya slogan dan tidak berlaku di Polres Labuhanbatu.Sebab,katanya,Kapolres Labuhanbatu terkesan tidak kooperatif dalam sidang praperadilan tersebut.

              "Seharusnya seorang pejabat penegak hukum mematuhi proses hukum.Dengan tidak diterbitkannya surat kuasa oleh Kapolres Labuhanbatu kepada jajarannya menghadiri sidang tidak mencerminkan profesionalisme seorang pejabat penegak hukum."cetusnya di PN Rantauprapat,Senin (10/12/2018).

              Dijelaskannya,tersangka Manesar Sihombing ditangkap  serta dilakukan penahanan oleh Polres Labuhanbatu sejak 12 November 2018 lalu tidak berdasar.

             Pasalnya,Pengadilan Tinggi (PT) Medan telah memvonis Manesar Sihombing bebas dalam perkara ini.Namun,Polres Labuhanbatu belum juga membebaskan Manesar Sihombing oleh Pengadilan Tinggi (PT) Medan lalu keluarga tersangka mengajukan praperadilan.

              "Dalam praperadilan ini kami keluarga bermohon untuk penangguhan penahanan Manesar Sihombing tetapi tidak dikabulkan Kapolres Labuhanbatu.Sosok seorang Manesar Sihombing adalah Opung tua renta sudah ujur mempunyai cucu.Meskipun begitu,Kapolres Labuhanbatu sepertinya tidak mempunyai perikemanusiaan dan rasa iba."sebutnya.

              Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang saat dikonfirmasi lewat WA,Senin (10/12/2018) guna klarifikasi terkait perihal ini belum memberikan penjelasan.

              Sebelumnya,untuk diketahui bahwa Polres Labuhanbatu menetapkan tersangka Manesar Sihombing atas laporan Ny. Lim To Ngim 23 Maret 2018 lalu.Laporan Ny.Lim To Ngim yang tertulis dalam LP/428/III/2018/SPKT/RES LBH tersebut,Polres Labuhanbatu memberikan sangkaan Manesar Sihombing diduga melakukan penggelapan uang sewa ruko di Jl.SM Raja Rantauprapat.

              Sementara,dalam salinan petikan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Medan nomor : 258/Pid.Sus/2018/PT MDN tanggal 26 April 2018, oleh Hakim (tunggal) Aroziduhu, SH, MH, Manesar Sihombing dilepaskan dari tuntutan hukum karena perbuatannya bukan merupakan tindak pidana.(Dha)

Rantauprapat,10 Desember 2018

Pengirim:Dharma Bakti

Tidak ada komentar