Pemerhati Masyarakat Menilai Proses Sidang Pengadilan Dugaan Penipuan Dan Penggelapan Terdakwa Br.Sinaga Diduga Dipaksakan



Labuhan Batu, Buser.co

Sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan oknum Terdakwa Martogi Boru Sinaga yang digelar di Pengadilan Negeri Labuhan Batu menghadirkan Enam (6) orang saksi oleh pihak Pengacara terdakwa.

Dalam persidangan tindak pidana Penipuan dan Penggelapan dengan nomor perkara: 1020/pid.B/2018/PN-Rap An Martogi Br Sinaga, menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyangkut apakah ke enam saksi Aman Sinaga (56) Tupal Sitohang (64) Debeto Siahaan (25) Ramlan Sinaga (24) Gulton Hutagalung (24) dan Supriyanto (46) adalah warga desa Sei.Siarti Kecamatan Panai Tengah.

Pertanyaan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) itu hanya sebatas mempertanyakan tentang ke Ikut sertaan enam (6) saksi atau mengetahui adanya pertemuan antara pihak Pek Chuan alias Bambang Agus Winoto dengan terdakwa, di Rumah Makan Holat Jln.SM Raja Ranto Parapat pada tanggal 17 Oktober 2015 itu ternyata ditepis oleh enam (6) saksi dibawah sumpah persidangan didepan Majelis Hakim menyatakan bahwa tidak pernah ikut dan tidak mengetahui adanya pertemuan tersebut.

Makna dikutip dalam persidangan oleh salah seorang pemerhati masyarakat “D.Sinambela” yang juga sebagai Wartawan Koran Senior Jakarta menyatakan pada awak media online (08/01/2019) kalau perkara yang menjerat saudari Martogi Br.Sinaga itu diduga menyangkut perjanjian sepihak atau tidak dihadapan notaris. Sehingga Jaksa Penuntut Umum  (JPU) mulai terlihat lemah dalam memberikan pertanyaan pada enam (6) saksi yang dihadirkan pihak Pengacara Martogi Sinaga.

Komentar ini juga dilontarkan beberapa oknum saksi setelah diluar persidangan mengungkapkan kekecewaan mereka pada pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkesan menyia- nyiakan kesempatan bertanya pada enam (6) saksi yang dihadirkan di depan majelis hakim. (TIM JO)

Tidak ada komentar