" Polres Labuhanbatu Diminta tertibkan Galian C "


Labuhanbatu, - Buser.co
Polres Labuhanbatu diminta agar menertibkan Galian C yang berada di Dusun Tjg Medan Desa Tjg Medan Kec Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu. PASAL nya Galian C diduga mengkeruk kerikil atau Batu sungai dari DAS (daerah aliran sungai) yang melewati batas ukuran Tanah Masyarakat yang telah dikontrak oleh PT BKA yang atas nama Edy Syahputra Siregar ( milik Pengusaha ES/AC ).

" kita meminta Polres Labuhanbatu menertibkan Galian C yang beroperasi di DAS ", artinya 50 Meter dari aliran sungai tidak boleh dikeruk untuk menjaga kelestarian Lingkungan Hidup dimana Aek Katia yang berada di daerah Galian C ini air nya masih banyak Masyarakat menggunakan nya untuk keperluan memasak dan Mandi " Ujar SAM salah satu Staf Intelijen di LSM P2HN Labuhanbatu.

Kalau melihat cara operasi Galian C tersebut memang sangat luar biasa karena Alat berat yang digunakan mengkeruk kerikil dari alur sungai sehingga mengakibatkan DAS yang dahulu nya kecil dan sedikit dalam sekarang menjadi   melebar dan Dangkal.

Dump truk pengangkut Material Galian C tampak jelas keluar masuk mengangkut Batu kerikil hasil Tambang yang melintasi jalan Desa yang menghubungkan Dusun Tjg Medan dengan Dusun Gunung Brani Desa Tjg Medan, dimana Jalan tersebut saat ini masih jalan tanah biasa tampak Berlumpur dan berlubang akibat cucuran air dari Bak Dump truk yang berisi Kerikil yang mengandung air ditambah lagi dengan Tonase yang berlebih. Begitulah bolak balik melintasi jalan tersebut, Katanya diperbaiki tetap walaupun diperbaiki, kalau setiap hari Jalan terus tertimpa
 air sebentar saja jalan akan rusak lagi.

Pengusaha Galian C yang atas nama Edy Syahputra Siregar dikonfirmasi via HP terkait Galian C yang diduga mengkeruk kerikil dari DAS, Kamis, (3/1/19) Mengatakan dan mengaku memang Usaha Galian tersebut adalah atas Nama Saya tapi Saya cuma Anggota dan Saya pun bekerja di PT BKA tersebut, tentang Anggota Saya yang mengkeruk Kerikil dari DAS itu tidak ada Saya Perintahkan " Kilah nya.

Salah seorang Oprator alat berat yang tidak ingin disebutkan namanya memang mengaku ada mengkeruk Kerikil dari DAS, terbukti memang jelas terlihat Badan Jalan kelihatan Basah dan Berlumpur.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SH,Sik saat dikonfirmasi via HP terkait Galian C ini Kamis, (3/1/19) belum mendapatkan Penjelasan, " Saya sedang ada Tugas di Poldasu " Tegas nya.

Disisi lain, SAM salah satu staff Intelijen LSM P2HN Labuhanbatu sangat menyesalkan kinerja Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Labuhanbatu yang tidak melakukan Pengawasan terhadap dampak  Lingkungan yang diakibatkan Pengoperasian Galian C jenis batu Kerikil atau Batu sungai yang dikelola pengusaha Galian C tersebut diatas.

Apabila hal ini terus menerus dilakukan tanpa menurut aturan, tidak tertutup kemungkinan beberapa tahun kedepan akan dapat mengakibatkan Banjir Bandang dan Longsor karena pergeseran tanah akibat Pengkerukan tersebut. Labuhanbatu (ASM)

Tidak ada komentar