Ditres narkoba Poldasu Berhasil Ungkap Sindikat Narkoba Internasional

Selamatkan Anak Bangsa, Ditresnarkoba Poldasu Berhasil Ungkap Sindikat Narkoba Internasional

Poldasu, Buser.co. Berjasa menyelamatkan anak bangsa dari jeratan narkoba, Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara paparkan keberhasilan pengungkapan sindikat narkotika jaringan Internasional Malaysia- Aceh dan Sumut, Rabu (20/02/2019) Siang di Halaman Ditresnarkoba Polda Sumut.

Dalam paparan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Sumut, Irjend Pol Drs Agus Andrianto, SH,MH, Dirresnarkoba Poldasu dan para PJU Polda Sumut. Kapoldasu mengatakan dengan tertangkapnya barang bukti sebanyak 1 jenis shabu tersebut, dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 550.000 orang dengan asumsi 1 Gram Shabu untuk 10 orang pengguna.

"Narkotika jenis Pil Ecstasy tersebut dapat menyelamatkan anak bangsa bekisar 10.000 orang dengan asumsi 1 butir pil ecstasy dengan 1 orang pengguna.Total keseluruhan anak bangsa yang diselamatkan sebanyak 560.000 orang",ucapnya saat dilakukan konferensi Pers.

Tak hanya itu, Ditresnarkoba Poldasu berhasil menangkap 1 tersangka berinisial HY beserta barangbukti 3 Buah tas jinjing berisikan 40 bungkus kemasan teh cina warna hijau dan kuning keemasan bertuliskan ''GUAN YING WANG'' berisikan narkotika jenis shabu dengan berat 1 kg dengan berat keseluruhan 40 kg dan 2 bungkus plastik warna putih tembus pandang berisikan keseluruhan 10.000 butir pil ecstasy logo ikan warna orange, 1 Buah koper berisikan 10 bungkus teh cina warna hijau bertuliskan ''GUAN YING WANG'' berisikan narkotika jenis shabu dengan berat 1 kg dengan berat keseluruhan 10 kg dan 1 Buah tas ransel berisikan 5 bungkus kemasan teh cina warna hijau bertuliskan ''GUAN YING WANG'' berisikan narkotika jenis shabu dengan berat 1 kg dengan berat keseluruhan 5 kg serta 1 unit hand phone.

Kapoldasu menambahkan, Tersangka diduga melanggar pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana dengan pidana mati, dengan penjara seumur hidup, atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidanan denda paling sedikit 1 M dan paling banyak 10 M (UU RI No. 35 Tahun 2009).

Tidak ada komentar