Polsek Patumbak Ringkus 4 Pelaku Penyerangan Loket KBT

Buser.co,Petugas Polsek Patumbak akhirnya mengamankan keempat dari delapan orang pelaku penyerangan loket angkutan umum Koperasi Bintang Tapanuli (KBT) yang berada di Jln SM Raja,Kel Harjosari I, Kec Medan Amplas
Jumat (15/3) lalu sekira 23.30 wib.sedangkan 4 teman pelaku masuk daftar pencarian orang (DPO).

Informasi yang dihimpun Adapun nama-nama Ke empat pelaku yakni Gidion Tambunan alias Dion (28), Ricki Silalahi alias Kelabang (26), Sanggup Silaban alias Leban (25), dan Frengki Sinambela alias Sabar (28) ke empatnya warga Jln SM Raja Simpang Amplas, Kecamatan Medan Amplas.

Sementara itu Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Budiman Simajuntak pada Jumat (22/3) siang mengatakan. Di tangkapnya ke empat pelaku, karena telah melakukan penyerangan terhadap loket angkutan umum bersama 4 orang temanya. Dalam penyerangan itu,3 orang penumpang di antaranya Media Siagian, Sentosa Silitonga dan Charles Sianturi, menjadi korban penganiayaan.

“Pelaku menyerang loket 8 orang menggunakan bambu, bertujuan ingin merebutnya atau menguasainya dari salah satu pemuda setempat (PS).

Namun para pelaku salah sasaran dan mengira ke 3 korban PS,”terang Budiman.
Lanjut Kanit, setelah melakukan penyerangan terhadap ke 3 korban. Para pelaku kembali merusak 4 unit mobil angkutan KBT sehingga mengalami kerusakan. Atas kejadian tersebut, ke 3 korban dan pemilik mobil, melaporkanya ke Mapolsek Patumbak.

Menanggapi laporan korban dan memeriksa beberapa saksi dan CCTV. Petugas Polsek Patumbak yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim, langsung melakukan penyisiran disekitar TKP dan tempat tinggal pelaku. Namun pelaku sudah keburu kabur.

Satu Minggu setelah kejadian, petugas Polsek Patumbak mendapat informasi tentang keberadaan para pelaku yang berada di Jalan Menteng 7 dan seputaran terminal Amplas.
Tidak ingin buruanya kembali kabur, petugas langsung menuju lokasi keberadaan pelaku dan langsung melakukan penangkapan terhadap 4 orang pelaku.

Ditambahkan lagi bahwasanya Ke 4 pelaku saat kita periksa, mengakui perbuatanya karena ingin merebut lahan loket. Sementara 4 teman pelaku masuk daftar DPO,” tutup Budiman.

Tidak ada komentar