Praktik Perjudian Dadu Sabung Ayam Diduga di Backup Oknum Aparat


Buser.co Hari : Jumat   Tanggal : 17 Mei 2019.
Pukul : 21.30 Wib.   Lokasi :   Tembesi Buton samping pabrik tahu.
     
Tim awak media ini tanpa sengaja memergoki dan melihat langsung praktik perjudian yang terang-terangan dilakukan di dalam pemukiman warga atau penduduk di ruli Tembesi Buton dekat simpang Barelang Batu aji padahal saat ini sudah memasuki Bulan  Puasa atau Bulan Suci Ramadhan, yang belum pernah ditangkap dan dilakukan razia oleh pihak Polsek setempat, Polresta Barelang dan Polda Kepri ataupun Tim MABES - POLRI PUSAT serta razia Gabungan TNI-POLRI,,, sehingga tetap saja membandel dan ngotot untuk buka lapak judi di lokasi pemukiman warga tersebut,  Mungkin lapak judi tersebut sangat strategis dan cocok buat memikat hati para penggila judi yang tergiur dengan kemenangan yang cukup lumayan besar imbalan hadiahnya.      Walaupun Bos Judi, Aparat Penegak hukum, Para Preman, Para pekerja dan Para pemain atau Para penonton rata-rata sudah mengetahui resiko hukumnya masih saja melaksanakan kegiatan judi  Dadu Sabung Ayam tersebut secara bersama-sama. Tentang Undang-undang atau Pasal yang mengatur tentang Pelaksanaan Penertiban Perjudian. Pasal 303 BIS KUHP mengancam tersangka 4 tahun penjara sedangkan Pasal 303 KUHP mengancam tersangka 10 tahun penjara.   Berdasarkan Penentuan Pasal 4 UU No.7 tahun 1974 dan Peraturan Pemerintah ( PP ) No.9 tahun 1987 tentang Pelaksanaan Penertiban Perjudian yang sudah jelas melanggar hukum negara dan hukum agama.        
Tim awak media ini sempat mewawancarai beberapa pengunjung dan warga penduduk setempat yang tidak mau disebutkan nama dan inisialnya kepada tim awak media ini tentang bagaimana dampa negatif dan positifnya Praktik Perjudian di pemukiman warga tersebut...???"""     " Disini pak-bu sebenarnya lokasinya nyaman dan asyik,  bandarnya bermodal besar dan tanggung jawab kalau pemain menang berapaun pasti dibayarkan, namun kurang aman dan terlalu sering terjadi keributan dengan pihak-pihak oknum aparat dari luar yang mengamuk karena tidak dihargai berkunjung kesini, padahal sepengetahuan kita aparat keamanan atau oknum prajurit TNI-POLRI kan tidak boleh bermain judi, menderen ( minta-minta ) di lapak judi apalagi memback up secara langsung begini, sambil goyang kepala dan tertunduk Bapak ini kembali berkata, " Mau jadi Apa Republik Indonesia kita ini, Jika oknum aparat TNI-POLRI kita bermental dan bertingkah-laku seperti ini, miris sekali kan, Gimana kalau negara-negara tetangga kita seperti : Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, kamboja, Myanmar dan RRC melihat situasi ini, negara kita kan bisa dikecilkan kekuatannya."  " Maaf ya pak-bu  harusnya itu namannya aparat TNI-POLRI kerjanya cuman Latihan fisik terus- menerus atau latihan perang yang keras, menjaga dan melindungi negara NKRI tercinta ini bukannya malah nanduk atau deren bahkan membuat resah kami warga disini, Begini-beginipun saya seorang pensiunan TNI juga kok, kalau kami dahulu tidak pernah ada hal-hal yang memalukan seperti ini, Komandan kami langsung menindak tegas dan tak ada ampun, karena kita sudah digaji, dilatih,  dan difasilitasi oleh negara kan. " " Disini Pernah ada juga oknum wartawan beberapa bulan yang lalu sempat hampir mau dipukuli dan dikeroyok ramai-ramai oleh aparat keamanan dan pihak preman yang mengelolah lokasi judi disini, Pasalnya karena berani motho-motho dan memvideokan permainan judi dadu sabung ayam di lokasi ini tanpa seizin mereka, sambil duduk gemetar didepan teras rumahnya bapak tua ( Kakek ) ini terakhir  mengatakan, " Ya mungkin hanya itu saja yang berani kami sampaikan di bulan suci ramadhan atau bulan puasa yang penuh berkah ini, tutur bapak tua atau kakek pensiunan TNI  didampingi oleh istrinya yang merasa resah ketika melintas di lokasi tersebut, tuturnya sambil tersenyum. "                                        * FERRA RI-1 #

Tidak ada komentar