Bisnis Prostitusi Diduga Marak di Nagoya

Buser.co
Jumat, Tanggal : 12 Juli 2019
Pukul : 20.30 Wib
Lokasi : Seputaran Happy Massage Nagoya Batam.

Didalam ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tidak ada Pasal yang dapat digunakan untuk menjerat Pengguna PSK maupun PSK itu sendiri.
Ketentuan KUHP hanya dapat digunakan untuk menjerat Penyedia PSK (Germo) / Mucikari berdasarkan Ketentuan Pasal 296 jo.Pasal 506 KUHP.
Pasal 296 berbunyi :
" Barang siapa yang mata pencahariannya atau kebiasaannya yaitu dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain, diancam pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah. "
Pasal 506 berbunyi :
" Barang siapa sebagai mucikari (souteneur) mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan, diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun. "
Sedangkan bagi pelanggan pemakai jasa PSK yang sudah secara resmi atau syah menikah negara, jika pasangannya melaporkan perbuatannya, maka dapat dijerat dengan Pasal Perzinahan yang diatur dalam Pasal 284 KUHP.
Tim awak media ini melakukan investigasi dan menelusuri informasi terkait maraknya dan secara terang-terangan bisnis prostitusi ini beredar setiap malamnya dan dilakukan di depan
umum, sehingga membuat masyarakat resah dan panik terhadap perkembangan moral atau dampak buruknya bagi suami atau pasangan hidup, ataupun bahkan bagi perkembangan watak, tabiat, kebiasaan dan moral anak-anak mereka kelak sebagai generasi penerus bangsa ini.
Kondisi dan keadaan yang seperti ini jika dibiasakan berlarut-larut begitu miris dan menyedihkan sekali, jika tidak ada solusi tindakan dan penangannya secara langsung dan konkrit dari pihak Aparat Penegak hukum Kepolisian dan Pemerintah setempat.
Tim awak media ini sempat bertanya dan menghimpun informasi dari para pedagang pinggir jalan atau kaki lima, tukang ojek dan orang sekitar lokalisasi tersebut yang tidak ingin disebut inisial dan namanya.
" Di Nagoya ini setiap malamnya, ya namanya cari makan kan ada yang halal dan haram, sudah biasa terjadi transaksi jual beli pelacuran anak ayam atau kupu-kupu malam pak/bu, sudah jadi tradisi atau kebiasaan, lagian mereka itukan ada setoran yang cukup besar ke aparat keamanan, penegak hukum atau instansi-instansi terkait di Kota Batam ini, masok bapak/Ibu tidak tahu, kondisi ini dari dahulu sudah terpelihara dan tidak rahasia umum lagi, semua orang atau  lapisan masyarakat Batam sudah tahu dan paham betul kok apalagi di " HAPPY MASSAGE " ini beckingnya paling kuat itu pak/bu, paling sesekali ada...lah razia itupun kalau pas hari-hari besar agama saja. "
Maaf pak/bu berapa kira-kira tarifnya satu malam di lokasi ini.
" Ooohhh...itu kita kurang tahu berapa..??""
Langsung aja ke lokasi, tanya sama penjaga atau germonya pak/bu. "
Tim awak media inipun menyamar dan berpura-pura menjadi pelanggan,
" Silahkan masuk pak, mau lihat-lihat dulu cewek-ceweknya pak, mana tahu ada yang cocok, "
 Iya pak jawab salah seorang awak media ini.
Berapa tarif bookingnya ya mas..???
" Kalau buat bapak sih...bookingnya long time 650 ribu saja bawa keluar atau check in hotel sampai besok jam 12 siang, kalau short time 150 ribu saja, kalau cocok pilih cewek dulu disini, lalu bayar ke kasir dan langsung naik aja ke lantai atas pak, gimana..???. "
Tim awak media inipun bingung dan kewalahan, tetapi dengan tidak habis akal beralasan, maaf ya mas kita kehabisan uang dan mau ambil dulu ke Atm terdekat.
 " Ok tak apa kok mas, sebelah kiri tempat ini nggak jauh kira-kira 100 meter ada Atm kok."  Makasih ya mas, jawab tim awak media ini bersama-sama sambil terburu-buru berjalan dan tancap gas.
#TIM FERRARI#

Tidak ada komentar