Wafatnya Nababan, 4 Bulan Kasus Pembunuhan di Polsek Percut Sei Tuan Ngendap

WAFATNYA NABABAN, 4 BULAN KASUS PEMBUNUHAN DI POLSEK PERCUT SEI TUAN NGENDAP.

Pasca wafatnya Hakim Tua Nababan, warga Jalan Kenari Raya Perumnas Mandala masih menyisakan misteri.
Sejak 22 Maret 2019 hingga hari ini Polisi belum berhasil mengungkap dan menangkap terduga otak pelaku dan eksekutor pembunuhan Hakim Nababan.

Hal tersebut disampaikan kerabat keluarga kepada wartawan, Sabtu (20/7).

"Sudah hampir 4 bulan, polisi yang bertugas di Polsek Percut Sei Tuan belum mampu mengungkap kasus pembunuhan saudara kami Hakim Nababan. Kami berkeyakinan bahwa saudara kami Hakim Nababan dibunuh orang terdekat," ujar kerabat almarhum yang meminta namanya tidak disebutkan.

Masih kata pria ini, Hakim dikenal sebagai sosok pria atau bapak yang baik kepada keluarganya. Bahkan sosial ditengah masyarakat.

"Saudara kami ini sangat baik dan sosial. Tidak saja dikeluarga namun dimasyarakat bahkan pertemanan sekalipun. Kok tega ya ada yang membunuh saudara kami itu," bebernya.

Sementara itu, Juru periksa yang diketahui bermarga Sitanggang di Polsek Percut Sei Tuan menyampaikan bahwa kasus tersebut masih ditangani pihaknya.

"Kita tetap lanjutkan kasusnya bang. Kan pelakunya anak kandungnya, atas nama Fernando Nababan. Jika ada yang tau keberadaannya silahkan sampaikan ke kami," tutup polisi yang bertugas di Reskrim Polsek Percut Sei Tuan itu.

Seperti diketahui, Hakik Tua Nababan wafat diduga dibunuh pada 22 Maret 2019. Hal itu disampaikan keluarga dari marga Nababan mengingat banyak kejanggalan pada tubuh korban.

Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka bekas pukulan benda tumpul.

Selain itu, pada tubuh almarhum ditemukan luka koyak pada bagian belakang kepala.(rapli)

Tidak ada komentar