Kunker Ibu Negara ke Batam

Buser.co
Rabu, 07 Agustus 2019
Pukul : 08.00 - 13.00 Wib
Lokasi : Taman Wisata Alam Muka kuning, Kec.Sei Beduk Batam.
Liputan khusus :

Kunjungan kerja Ibu negara atau Ibu Presiden Iriana Widodo dan Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla serta Para Menteri Kabinet ke Pulau Batam disambut dengan sangat menggembirakan, penuh kebahagiaan dan sangat  bersahaja oleh seluruh penduduk Batam, walaupun setiap Spot yang dikunjungi Ibu negara Iriana dan Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla beserta rombongan Menteri Lingkungan hidup dan kehutanan Siti Nurbaya hanya berdurasi kurang lebih 15 menit saja.
Ada 4 Spot yang Ibu Iriana kunjungi yakni : Kunjungan pertama Ibu negara dan rombongan ke TK Negeri Pembina 2 di belakang Mall Botania 2 Batam centre dengan bentuk kegiatan membuka langsung penanaman awal sayur-sayuran dan membagikan lima puluh bingkisan kepada anak-anak murid TK berupa tas dan perlengkapan sekolah, kunjungan kedua Penanaman mangrove di Piayu laut, Pelepasan tiga ekor Burung Elang Bondol di Taman Wisata Alam Muka kuning, dan tatap muka dan penyuluhan bersama masyarakat Batam di Stadion temenggung Abdul Jamal serta makan bersama tim di Kepri Mall  tepatnya di Restoran rumah makan Sederhana.
Untuk semua peliputan berita dan keamanan area tersebut diatur dan dikomandoi dengan sangat baik, aman dan terkendali oleh Tim Korem 0203 senggarang Tanjung Pinang atau Kapenrem Mayor David dan Asnan serta dari Tim Kodim Batam.
Kunjungan kerja Ibu negara beserta rombongan menteri dan dirjen tersebut juga bertepatan dengan acara Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di TWA (Taman Wisaya Alam) Muka kuning Batam, yang berlangsung dari tanggal 05 sampai dengan tanggal 08 Agustus 2019 diikuti oleh seluruh daerah di Indonesia dari 34  provinsi berlangsung dengan sangat meriah, nyaman, bersahabat, aman, dan terkendali.
Dimulai dengan Seluruh tamu dan undangan berdoa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan " Indonesia Raya ". Dalam menyambut kedatangan rombongan Ibu Presiden beserta rombongan juga disuguhkan dengan bernyanyi bersama lagu " Tanah Airku " dengan diiringi permainan alat musik tradisional Sasando dari daerah NTT yang dipetik dengan sangat apik dan luar biasa oleh siswa terbaik Putri Tanjung.
Pada Pidatonya Ibu Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan Dr.Ir. Siti Nurbaya Bakar terlebih dahulu mengajak semua peserta, tamu dan undangan untuk mengucapkan Deklarasi bersama " Membangun Spirit Konservasi Alam di era millenial " dengan bunyi, " Kami peserta Peringatan hari Konservasi Alam Nasional tahun 2019 menyatakan diri untuk terus mempertahankan Spirit konservasi alam dalam pengembangan diri dan pengembangan lingkungan diera millenial."
Beliau juga menyampaikan, " Bahwa Ibu negara dalam pertemuan Diskusi Pemimpin negara maju G-20 di Osaka Jepang,  mengajak semua pihak atau seluruh jajaran masyarakat Indonesia dan bahkan dunia, menjelaskan tentang Kepedulian pentingnya penanaman kembali tanaman mangrove (bakau) dalam mempertahankan pelestarian lingkungan hidup pada ekosistem laut agar dapat mensejahterakan seluruh rakyat."
" Bapak Presiden RI juga menjelaskan bahwa Balai konservasi juga sudah menjadi bagian penting dalam program pelestarian lingkungan hidup dan kehutanan."  " Dengan pepatah lama " Ranting tidak boleh patah, Nyamuk tidak boleh mati, begitu ya pak dirjen, tanya beliau."
" Hari konservasi kita sekarang kita letakkan di kota, jadi linknya harus ada insito dan eksito, muatannya harus ada koridor rising atau koridor yang tepat, jadi hens kita konservasi tersebut harus sudah jadi kepedulian publik dengan dukungan para kepala-kepala daerah agar dapat meningkatkan kesejahteraan kita, taman-taman nasionalnya banyak dikunjungi masyarakat dan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi, saya terus terang deg-degan dimarahin atau tidak waktu Bapak Presiden di Taman Nasional mengatakan, " Bahwa Balai konsevasinyanya itu harus lebih menegaskan lagi kebutuhannya."
Ibu Menteri LKH menegaskan, seluruh kepala daerah dan dirjen bersama kementerianyang membutuhkan memperhatikan dan mempedulikan seluruh kawasan taman-taman nasional dan taman wisata alam harus lebih di tata dan didiskusikan, berikan informasi-informasi apa-apa saja yang perlu dibenahi dan dialokasikan dananya, sanggup nggak, dan harus sanggup imbuhnya."
 " Karena saat ini negara  kita sedang ingin tumbuh pesat, Bapak Presiden meletakkan pondasi peningkatan sumber-sumber ekonomi itu dari bidang pariwisata melalui pemandangan alamnya. "
banyak juga permintaan-permintaan kerjasama ya pak dirjen...???, sumatera utara sudah bikin, kemudian sulawesi utara, sulawesi selatan dan sebagian pulau jawa, jadi lakukan...!!!
" Kita yang mengerti cara operasionalnya, kita yang mengerti apa yang bisa dilakukan,  dengan prinsip hal ini dilakukan dan dimanfaatkan secara lestari."
 " Kawan-kawan diseluruh daerah dan pelaksana yang ada dilapangan, kan prinsip konservasi itu ada tiga, betul nggak, betul kan, Apa aja coba..???  Menjaga penopang kehidupan, keaneka ragaman hayati dan pemanfaatan secara syah."
"Masing-masing harus berfikir, dan masing-masing menguraikan bagaimana caranya dan membuat konsultasi terbuka. "
" Saat ini kementerian lingkungan hidup dan kehutanan semakin bagus dengan adanya delapan belas tim pakar atau ahli d bidang lingkungan. "
# TIM FERARI #

Tidak ada komentar