Runyam : UAS Ngaku Suda Nika Dengan ND,Kok Royan Ngomong Anaknya Tak Mau Dinikahkan


Simalungun Sumut -Seperti diberitakan oleh beberapa media di simalungun bahwa RD menanda tangani surat pernyataan disore hari suasana suda gelap,surat pernyataan itu dibuat atas permintaan seorang caleg,yang konon katanya RD tidak mengetahui isinya alias tidak di baca,namun ada yang aneh kenapa RD membuat surat bantahan di hari yang sama bilah tak tau isi surat yang diberikan pada caleg tersebut,RD pun mengaku hal itu berawal saat dirinya mengurus Akte kelahiran SAS pada salah satu anggota dewan kabupten simalungun.

Seperti di jelaskan oleh RD beberapa waktu yang lalu yang sempat direcam melalui vidio,RD Mengataka,"Saya mengurus akte kelahiran cucu saya SAS pada anggota DPRD Simalungun inisial SR itu saja,RD pun menyakal kalau dirinya melapor pada Komnas Perlindungan Anak,"anak saya suda besar,saya tanyak sama anak saya (ND) menika kelian,namun anak saya tidak mau,di jawab malas lah,sayapun tak tau kenapa jadi seperti ini jadi malu kami,sementara ND saat ini di kisaran,jelas RD.

Polemic dua surat yang dikeluarkan RD mendapat komentar Intan Sari Geni SH,ketua LSM-IFC dijakarta,saat di hubungi lewat telepon selulernya Intan mengatakan,ada yang kurang tepat yang dilakukan RD,membuat surat pernyataan dan surat bantahan di hari,bulan dan tahun yang sama ini cukup aneh,kalau lah memang surat pernyataan atas permintaan seorang caleg,surat bantahanya atas permintan siapa,"mungkin saja ada  kelompok yang memanfaatkan RD,atau memang kelompok tersebut di manfaatkan oleh RD,selazim nya surat bantahan itu di buat di tanggal bulan yang berbeda,contoh surat pernyataan RD disalagunakan oleh oknum tertentu,maka RD memberi surat bantahan.

Andai kedua surat itu sama2 benar,kita menduga RD memang suda merencanakan,pasalnya RD suda menyiapkan beberapa dokumen seperti : 1.pada surat pernyataan RD menyebutkan Anaknya ND belum menikah,dilengkapi dengan bukti Kartu Keluarga milik Royan Damanik menyebutkan bahwa anaknya Nurhayati Damanik belum kawin,Ke 2 RD membuat surat bantahan bahwa anaknya suda menika dengan Ucok Alatas Siagian (UAS) secara siri di buktikan dengan adanya akte lahir dari bidan Murni Sirait yang menyatakan SAS adalah anak dari UAS.


"Saya menilai RD cukup lihai mengatur strategi untuk menghadapi kelompok yang saat ini sedang bergejolak,yang satu kelompok UAS menantunya Sirinya sendiri,yang satu lagi kelompok Lembaga Perlindungan Anak Simalungun yang saat ini sedang memperjuangkan hak-hak SAS cucu RD sendiri.


Namun saya kawatir bila berproses hukum berjalan,RD bisa tesandung hukum,sebab pemalsuan merupakan salah satu bentuk tindak pidana yang telah diatur dalam Buku Kedua tentang Kejahatan Bab IX KUHP dengan judul "Sumpah Palsu dan Keterangan Palsu".


Kejahatan pemalsuan adalah kejahatan yang di dalamnya mengandung unsur ketidakbenaran atau palsu atas suatu hal (obyek) yang sesuatunya itu tampak dari luar seperti benar adanya, padahal sesungguhnya bertentangan dengan yang sebenarnya.


Perbuatan pemalsuan merupakan suatu jenis pelanggaran terhadap dua norma dasar,pertama adalah norma kebenaran (kepercayaan) yang pelanggarannya dapat tergolong dalam kelompok kejahatan penipuan,kedua adalah norma ketertiban masyarakat yang pelanggarnya tergolong dalam kelompok kejahatan terhadap negara/ketertiban masyarakat.


Dijelaskan pada pasal 242 Ayat (1) berbunyi , "Barang siapa dalam hal-hal yang menurut undang-undang menuntut sesuatu keterangan dengan sumpah atau jika keterangan itu membawa akibat bagi hukum dengan sengaja memberi keterangan palsu, yang di atas sumpah, baik dengan lisan maupun tulisan, maupun oleh dia sendiri atau kuasanya yang khusus untuk itu dihukum penjara selama-lamanya  tujuh tahun.


Pasal 55 Ayat (2) berbunyi, "Barang siapa yang dengan, pemberian janji-janji, penyalahgunaan wewenang, kekerasan, ancaman, tipu muslihat, atau dengan cara memberi kesempatan, sarana atau informasi sengaja menganjurkan atau membujuk (dilakukannya) suatu tindak pidana akan dipidana sebagai pelaku kejahatan.


Membaca keterangan RD dan UAS di beberapa media,UAS Dan RD diduga suda melakukan pembohongan pada publik,sebab keduanya mengatakan bahwa UAS dn ND suda menika siri dan masi harmonis,berbeda dengn data yang di temukan oleh LPA Simalungun,Seperti yang  tertera Kartu Keluarga RD,Surat Pernyataan RD secara tertulis dan keterangan RD dalam Vidio mengatakan bahwa ND dan UAS belum perna menika.


Untuk itu LPA Simalungun jangan menunda lagi,segera laporkan kasus ini pada penegak hukum,agar masalahnya bisa terang berderang,jelas intan.


Anggota DPRD Simalungun yang berinisial SR belum dapat dikonfirmasi seputar pernyataan RD,beberapa kali sambungan telepon seluler yang ditujukan padanya sedang tidak aktif.(L-Tim).

Tidak ada komentar