Viral...!!! Diduga Cari Cari Kesalahan Petugas, Pengendara Diberikan Kompensasi Oleh Petugas Lantas Polsek Percut Sei Tuan Masuk YouTube

Viral !! Diduga Dicari-Cari Kesalahan Petugas, Pengendara Diberikan Kompensasi Oleh Petugas Lantas Polsek Percut Sei Tuan Masuk Youtube

Percut.Buser.co. Soal salah satu contoh pelanggar lalu lintas yang diketahui bernama M.Angga warga Jalan Pimpinan berumur bekisar 17 Tahunan  bersama rekannya yang mengendarai sepeda motor Honda Beat Biru Putih BK 6919 ACM ditangkap dan ditilang oleh Petugas Lantas Polsek Percut Sei Tuan Dijalan William Iskandar tepatnya disimpang Aksara, Selasa (20/8/2019) Siang yanh diberikan kompensasi sempat viral saat ditilang dan masuk ke youtube.

Kemudian, awak media yang mendapat kabar tersebut, langsung mengkonfirmasi Petugas yang bersangkutan, Aipda Syafrizal, Sabtu (24/08/2019) Siang,mempertanyakan soal Empat Pasal yang diberikan anak tersebut menuai komplin, Sabtu (24/08/2019) Siang.

"Itu dibuat 4 pasal awalnya kan tidak dapat menunjukkan STNK Asli hanya Fotocopy saja, makanya sempat dituliskan pasal tidak menunjukkan STNK dan Sepeda motornyalah yang diamankan, tapi setelah diketahui STNK asli berada didalam jok kreta, maka diberi kompensasi hanya STNK asli yang diamankan, surat tilang tersebut tidak bisa dicoret lagi dan 3 Pasal lagi yakni, tidak memakai Helm pengemudi dan Helm Penumpang, Simnya juga tidak ada," terang Aipda Syafrizal kepada wartawan Buser.co.

Usai menghampiri petugas kepolisian yang menindak, awak media langsung menghampiri Petugas Kepolisian yang menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Tilang mengkonfirmasi perihal video yang viral di YouTube soal E tilang yang terdaftar yang tidak sesuai.

"Setiap Briva saya yang mendaftarkan, kalau yang berada di YouTube itu hanya permasalahan Maintaince atau masalah gangguan jaringan briva diaplikasi hp makanya terdaftar nama orang lain, namanya juga erorr bang, Tak usahkan HP, Tv yang jarang hidup aja bisa erorr, apalagi HP yang nonstop hidupnya," Ungkap Ka Baur Tilang Bripka Hendrawan Bakti sembari menunjukkan permasalahan jaringan dihadapan wartawan.(rapli)

Tidak ada komentar