Polisi Berhasil Bekuk Komplotan, 2 Kelompok Begal

Dua kelompok begal sadis bersenjata tajam (Sajam) yang kerap beraksi di wilayah Kota Medan, khususnya pada malam hingga dini hari dibekuk Tim Pegasus Polrestabes Medan bekerjasama dengan Polsek Percut Seituan dan Polsek Medan Baru dari berbagai lokasi berbeda.

Sementara itu Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira dalam press releasenya di Mapolrestabes Medan, Rabu (4/9/2019) mengatakan ada 2 kelompok begal yang ditangkap terdiri atas 6 tersangka.

Didampingi Kapolsek Percut Seituan, Kompol Aris Wibowo, Kanit Reskrimnya, Iptu MK Daulay serta Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing dan Kanit Reskrimnya Iptu Philip A Purba, orang nomor 1 di Mapolrestabes Medan ini juga mengatakan adapun kelima tersangka yang diamankan yakni MOS (18) warga Jalan Ubi Kelurahan Petisah Hulu Medan, MIS (19)  warga Komplek TVRI Jalan Kapten Jamil Lubis Medan Tembung.

Kemudian GDC (20) warga Jalan Ahmad Tirto Medan Tembung, RZ (21) warga Batang Kuis, R (21) warga Jalan Puskesmas Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Seituan dan AJD (21) warga Jalan Medan Batang Kuis.

“Pelaku begal ini beraksi berkelompok, di dalam kelompok ada lagi beberapa kelompok terbagi 6 orang kemudian beraksi berpencar membegal korbannya, dengan memepet korban yang mengendarai sepedamotor, lalu mengancam menggunakan pisau dan pistol mainan,” ujar Dadang.

Ia menjelaskan pihaknya yang mendapatkan laporan dari para korban kemudian melakukan pengejaran terhadap para pelakunya. Polisi yang berhasil mengidentifikasi lalu mengamankan 6 orang tersangka, 5 tersangka diantaranya ditembak, hanya tersangka AJD yang tidak dihadiahi timah panas oleh petugas.

Dari pemeriksaan kelompok begal ini, sudah beraksi sekitar 19 kali melakukan perampokan di wilayah Medan sekitarnya. “Korbannya juga seorang wartawan yang dirampok di kawasan Namorambe, dan mengambil 1 unit sepedamotor Yamaha N Max,” terangnya.

Dari para tersangka polisi turut mengamankan barang bukti sejumlah pisau, sepucuk senjata api (pistol mainan) dan dua unit sepedamotor.

“Ketua kelompok ini berinisial R, dia seorang residivis. Untuk kelompok lainnya masih kita kejar,” tandasnya. Akibat perbuatannya keenam tersangka diganjar dengan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun kurungan penjara.

Tidak ada komentar